Bismillah..
Februari sudah menunjuk angka dua. Dan liburan akhir semester pun tinggal menghitung hari. Aku pun sudah terhitung sebagai mahasiswa semester 8 (semeseter terakhir, semoga) sejak registrasi ulang tanggal 31 Januari.
Banyak hal yang harus ku kejar. Harus benar-benar berlari. Merubah semua kebiasaan buruk di semester-semester sebelumnya dan selama liburan.
Tiga prioritas utama yang harus benar-benar disukseskan.
Pertama, mengejar cita-cita akademis, yaitu harus sidang Tugas Akhir paling lambat bulan Juli 2012, mempersiapkan kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan untuk profesi yang sudah aku incar, dan mempersiapkan kompetensi-kompetensi untuk melanjutkan studi S2 di jurusan yang aku inginkan.
Kedua, menebus kesalahan masa lalu, tak bisa dipungkiri kefokusan pada salah satu organisasi di semester yang lalu cukup membuatku mengeyampingkan amanah di suatu tempat. Sekarang saatnya menebus.
Ketiga, mengejar cita-cita mulia, menjadi seorang istri dan ibu yang baik. Mempersiapkan kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang istri dan seorang ibu yang baik. Moral dan Intelektual, Ruhiyah, Fisik, Finansial, dan Sosial.
Ketiga hal di atas tentunya tidak gampang dicapai dalam waktu lebih kurang 5 bulan. Butuh usaha keras dan pengorbanan. Tapi jika aku bisa menjalani fase ini dengan sukses, semua akan terbayar, meraup untung yang jauh lebih, bahagia di dunia dan akhirat pun di tangan.
Ayo semangat berjuang kembali..!
Dan perbaiki niat lagi tentunya.. ^_^
Bismillah..
Tampilkan postingan dengan label inilah kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inilah kehidupan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 02 Februari 2012
Minggu, 01 Januari 2012
Senin, 26 Desember 2011
titik..
Lakukan apa yang ingin kau lakukan...
Aku akan selalu menghormati semua yang kau pilih...
Tapi tak ada salahnya membiarkan aku tahu dan paham..
Kau tahu aku khawatir,
Tapi kenapa selalu membiarkan aku khawatir?
Seringkali, aku tak paham dengan semua yang terjadi sekarang...
Dan aku hanya bisa memilih untuk berusaha mempositif-kan pikiran...
Lalu segera beralih menyibukkan diri dengan hal lain...
Tapi selalu ada detik-detik...
Semua hal-hal buruk kembali berbisik di telingaku...
Tapi... Yasudahlah,
Mungkin yang perlu kulakukan sekarang adalah hanya menunggu...
Dan jangan berisik lagi... Mungkin selama ini aku terlalu berisik...
Tak ada gunanya memberikan seseorang sesuatu yang sebenarnya dia tak butuh lagi...
Dan mungkin berusaha untuk tetap terlihat aku baik-baik saja dengan semua ini...
Aku akan selalu menghormati semua yang kau pilih...
Tapi tak ada salahnya membiarkan aku tahu dan paham..
Kau tahu aku khawatir,
Tapi kenapa selalu membiarkan aku khawatir?
Seringkali, aku tak paham dengan semua yang terjadi sekarang...
Dan aku hanya bisa memilih untuk berusaha mempositif-kan pikiran...
Lalu segera beralih menyibukkan diri dengan hal lain...
Tapi selalu ada detik-detik...
Semua hal-hal buruk kembali berbisik di telingaku...
Tapi... Yasudahlah,
Mungkin yang perlu kulakukan sekarang adalah hanya menunggu...
Dan jangan berisik lagi... Mungkin selama ini aku terlalu berisik...
Tak ada gunanya memberikan seseorang sesuatu yang sebenarnya dia tak butuh lagi...
Dan mungkin berusaha untuk tetap terlihat aku baik-baik saja dengan semua ini...
Minggu, 25 Desember 2011
Ekstrovert-Introvert
Setiap orang memiliki sifat yang berbeda-beda...
Ada yang tertutup, yang biasa disebut introvert, tak ingin orang lain mengetahui permasalahannya dan ingin menyelesaikan saja semuanya sendiri. Toh, dengan bercerita tak akan menyelesaikan masalah. Justru malah menambah beban pikiran orang lain.
Menurutku introvert itu ada dua, introvert sempurna dan introvert sebagian.
Introver sempurna adalah orang-orang yang menutup sepenuhnya tentang dirinya dan tentang perasaannya dari orang lain.
Sedangkan introvert sebagian adalah orang-orang yang masih mau bercerita tentang dirinya, tapi hanya sebatas cerita-cerita umum, dan biasanya cenderung tentang cerita menyenangkan saja.
Tapi ada juga yang justru malah sebaliknya, orang-orang yang sangat terbuka, biasa disebut ekstrovert, yang tak bisa menyimpan sendiri perasaannya. Selalu ingin mengungkapkan semua isi perasaan dan pikirannya. Cukup dengan menceritakan semuanya, dan dia akan merasa lega.
Orang-orang ekstrovert selalu butuh pendengar, orang yang selalu bersedia mendengarkan ceritanya. Sebenarnya tak hanya pendengar yang hanya diam, tapi setidaknya memberikan respon.
Ketika tak ada yang bisa mendengar, sang ekstrovert biasanya mencari pelarian dengan menulis di buku diary, di blog, atau malah curhat di social media. Tapi semua itu cenderung hanya pendengar yang pasif. Sesungguhnya sang ekstrovert sangat berharap pendengar aktif.
Suasana hati si ekstrovert biasanya sangat mudah ditebak, terutama bagi orang-orang yang dekat dengannya.
Si ekstrovert sangat tidak suka jika 'dicuek-in'. Karena dia tidak suka sesuatu yang tidak berbalas.
Tak jarang yang beranggapan orang-orang ekstrovert ini tidak dewasa. Sebenarnya bukan berarti dia tidak dewasa, hanya saja dia butuh untuk mengeluarkan semua ganjalan yang ia rasakan agar tetap bisa hidup tenang.
Introvert-Ekstrovert selalu dapat berubah. Seseorang yang introvert bisa perlahan berubah menjadi ekstrovert, dan begitu juga sebaliknya. Semua tergantung ke arah mana lingkungan sekitar menekannya.
Ada yang tertutup, yang biasa disebut introvert, tak ingin orang lain mengetahui permasalahannya dan ingin menyelesaikan saja semuanya sendiri. Toh, dengan bercerita tak akan menyelesaikan masalah. Justru malah menambah beban pikiran orang lain.
Menurutku introvert itu ada dua, introvert sempurna dan introvert sebagian.
Introver sempurna adalah orang-orang yang menutup sepenuhnya tentang dirinya dan tentang perasaannya dari orang lain.
Sedangkan introvert sebagian adalah orang-orang yang masih mau bercerita tentang dirinya, tapi hanya sebatas cerita-cerita umum, dan biasanya cenderung tentang cerita menyenangkan saja.
Tapi ada juga yang justru malah sebaliknya, orang-orang yang sangat terbuka, biasa disebut ekstrovert, yang tak bisa menyimpan sendiri perasaannya. Selalu ingin mengungkapkan semua isi perasaan dan pikirannya. Cukup dengan menceritakan semuanya, dan dia akan merasa lega.
Orang-orang ekstrovert selalu butuh pendengar, orang yang selalu bersedia mendengarkan ceritanya. Sebenarnya tak hanya pendengar yang hanya diam, tapi setidaknya memberikan respon.
Ketika tak ada yang bisa mendengar, sang ekstrovert biasanya mencari pelarian dengan menulis di buku diary, di blog, atau malah curhat di social media. Tapi semua itu cenderung hanya pendengar yang pasif. Sesungguhnya sang ekstrovert sangat berharap pendengar aktif.
Suasana hati si ekstrovert biasanya sangat mudah ditebak, terutama bagi orang-orang yang dekat dengannya.
Si ekstrovert sangat tidak suka jika 'dicuek-in'. Karena dia tidak suka sesuatu yang tidak berbalas.
Tak jarang yang beranggapan orang-orang ekstrovert ini tidak dewasa. Sebenarnya bukan berarti dia tidak dewasa, hanya saja dia butuh untuk mengeluarkan semua ganjalan yang ia rasakan agar tetap bisa hidup tenang.
Introvert-Ekstrovert selalu dapat berubah. Seseorang yang introvert bisa perlahan berubah menjadi ekstrovert, dan begitu juga sebaliknya. Semua tergantung ke arah mana lingkungan sekitar menekannya.
Sabtu, 24 Desember 2011
Status Baru..
Memiliki sebuah posisi baru seringkali membuat bingung...
Benar-benar harus belajar bagaimana menyikapi semuanya...
Bagaimana menata pikiran agar mengerti...
Bagaimana menata perasahaan agar memahami...
Tapi seringkali semuanya tetap buram..
Dan lagi-lagi hanya bisa menerka-nerka apa yang harus dilakukan..
Benar-benar harus belajar bagaimana menyikapi semuanya...
Bagaimana menata pikiran agar mengerti...
Bagaimana menata perasahaan agar memahami...
Tapi seringkali semuanya tetap buram..
Dan lagi-lagi hanya bisa menerka-nerka apa yang harus dilakukan..
Kamis, 22 Desember 2011
fase cinta..
Orang bilang, dalam pernikahan itu (atau hubungan apapun lah), bentuk cinta biasanya sesuai fasenya...
Fase awal itu adalah fase yang paling indah, sedang romantis-romantisnya, penuh hal-hal indah, dan banjir perhatian dan kasih sayang... Pada fase ini adalah untuk meyakinkan pasangan tentang luar biasanya rasa cinta yang dirasakan...
Setelah fase ini terlewati biasanya akan terjadi penurunan... Ketika merasa pasangan telah yakin dengan apa yang dirasakan, dan sama-sama telah yakin mereka saling mencintai dengan sangat, maka biasanya segala bentuk perhatian dan ungkapan sayang akan menurun..
Tapi, menurutku bentuk cinta akan selalu sama apapun fasenya...
Perhatian dan ungkapan rasa sayang bukan untuk meyakinkan,
tapi karena cinta itu sendiri...
Minggu, 04 Desember 2011
Go..!
Berdiri tertetugun di tepian jurang dimana aku pernah terjatuh..
Menatapnya terasa hampa..
Pertanda semua luka dan trauma telah pulih..
Menatap lurus kedepan..
Jurang-jurang yang lebih terjal menunggu di sana..
Bersiap untuk melahap mangsa..
Apakah aku akan berhenti bahkan mundur karena takut?
Tidak.. Tidak akan..
Angkat kepala.. Teguhkan hati... Ukir senyuman di bibir..
Ya, Aku siap melangkah kembali menaklukkan semua jurang itu...
Untuk semua hal indah yang aku cita-cita kan...
Menatapnya terasa hampa..
Pertanda semua luka dan trauma telah pulih..
Menatap lurus kedepan..
Jurang-jurang yang lebih terjal menunggu di sana..
Bersiap untuk melahap mangsa..
Apakah aku akan berhenti bahkan mundur karena takut?
Tidak.. Tidak akan..
Angkat kepala.. Teguhkan hati... Ukir senyuman di bibir..
Ya, Aku siap melangkah kembali menaklukkan semua jurang itu...
Untuk semua hal indah yang aku cita-cita kan...
Sabtu, 03 Desember 2011
bangkit..
Minggu ini merupakan satu loncatan baru menurutku.. Pertama kali dalam hidup, aku mengalami hal seperti ini...
Jujur, cukup membuatku sangat terpukul. Sampai akhirnya jatuh sakit..
Sakit karena psikilogis tak kuat menanggungnya..
Mungkin sedikit bercerita tentang hidup yang kualami selama ini.. Aku terbiasa hidup di lingkungan penuh cinta.. Lingkungan serba ada... Lingkungan yang tenteram... Lingkungan yang cenderung penuh dengan kebaikan..
Namun, sejak memasuki bangku perkuliahan, jauh dari orang tua... Semua mulai berubah dengan perlahan, jalan hidupku mulai mengeras... Banyak tantangan-tantangan yag harus dihadapi, beban-beban yang harus dipikul, tanggung jawab sebagai mahasiswa, sebagai manusia dewasa. Aku paham, statusku sekarang sebagai Mahasiswa, yang tak hanya punya tanggung jawab terhadap diri sendiri. Akan tetapi juga menanggung beban-beban bangsa, memiliki tanggung jawab terhadap kesejahteraan bangsa. Dan aku pun mulai sadar tanggung jawabku sebagai seorang manusia yang dipercaya oleh Allah untuk menjadi khalifah di bumi, yang bertanggung jawab mensejahterakan bumi.
Aku belajar menjadi kuat... Jatuh, bangkit, jatuh lagi, bangkit lagi, jatuh lagi, bangkit lagi... Terus berulang.. Perlahan aku merasa diriku mulai berubah, karakterku banyak mengalami perubahan.. Selama ini aku merasa aku sudah termasuk orang-orang yang cukup kuat dengan segala ujian yang diberikan yang aku pikir sudah cukup berat.. Sampai kemaren, Rabu, tanggal 30 November 2011, aku baru tersadar, aku tak sekuat yang kupikir... Aku masih lemah.. Aku benar-benar ambruk.. Allah mengujiku dengan suatu hal baru, yang belum pernah kualami sebelumnya... Aku tahu, Allah ingin aku menjadi lebih tangguh lagi..
Aku diserang habis-habisan tanpa diberi kesempatan membela diri. Hatiku ditusuk-tusuk dari segala arah. Sakit sekali. Ujian yang cukup membuatku terpukul, menguras banyak sekali airmata, aku hampir tidak bisa berhenti menangis. Aku berusaha kuatkan diri, tapi airmataku hanya bisa berhenti mengalir sebentar, dan akhirnya mengalir lagi. Hatiku belum cukup kuat ternyata.. Hingga akhirnya aku jatuh sakit..
Hingga saat ini, aku masih berusaha membalut luka-luka yang berdarah, berusaha mengobati semuanya... Walaupun kali ini aku terjatuh cukup dalam dengan tubuh penuh luka dan darah, tapi aku akan bangkit kembali.. Setelah semua luka ini mengering, aku akan bangkit lagi, bangkit menjadi sosok yang jauh lebih tangguh..
Jujur, cukup membuatku sangat terpukul. Sampai akhirnya jatuh sakit..
Sakit karena psikilogis tak kuat menanggungnya..
Mungkin sedikit bercerita tentang hidup yang kualami selama ini.. Aku terbiasa hidup di lingkungan penuh cinta.. Lingkungan serba ada... Lingkungan yang tenteram... Lingkungan yang cenderung penuh dengan kebaikan..
Namun, sejak memasuki bangku perkuliahan, jauh dari orang tua... Semua mulai berubah dengan perlahan, jalan hidupku mulai mengeras... Banyak tantangan-tantangan yag harus dihadapi, beban-beban yang harus dipikul, tanggung jawab sebagai mahasiswa, sebagai manusia dewasa. Aku paham, statusku sekarang sebagai Mahasiswa, yang tak hanya punya tanggung jawab terhadap diri sendiri. Akan tetapi juga menanggung beban-beban bangsa, memiliki tanggung jawab terhadap kesejahteraan bangsa. Dan aku pun mulai sadar tanggung jawabku sebagai seorang manusia yang dipercaya oleh Allah untuk menjadi khalifah di bumi, yang bertanggung jawab mensejahterakan bumi.
Aku belajar menjadi kuat... Jatuh, bangkit, jatuh lagi, bangkit lagi, jatuh lagi, bangkit lagi... Terus berulang.. Perlahan aku merasa diriku mulai berubah, karakterku banyak mengalami perubahan.. Selama ini aku merasa aku sudah termasuk orang-orang yang cukup kuat dengan segala ujian yang diberikan yang aku pikir sudah cukup berat.. Sampai kemaren, Rabu, tanggal 30 November 2011, aku baru tersadar, aku tak sekuat yang kupikir... Aku masih lemah.. Aku benar-benar ambruk.. Allah mengujiku dengan suatu hal baru, yang belum pernah kualami sebelumnya... Aku tahu, Allah ingin aku menjadi lebih tangguh lagi..
Aku diserang habis-habisan tanpa diberi kesempatan membela diri. Hatiku ditusuk-tusuk dari segala arah. Sakit sekali. Ujian yang cukup membuatku terpukul, menguras banyak sekali airmata, aku hampir tidak bisa berhenti menangis. Aku berusaha kuatkan diri, tapi airmataku hanya bisa berhenti mengalir sebentar, dan akhirnya mengalir lagi. Hatiku belum cukup kuat ternyata.. Hingga akhirnya aku jatuh sakit..
Hingga saat ini, aku masih berusaha membalut luka-luka yang berdarah, berusaha mengobati semuanya... Walaupun kali ini aku terjatuh cukup dalam dengan tubuh penuh luka dan darah, tapi aku akan bangkit kembali.. Setelah semua luka ini mengering, aku akan bangkit lagi, bangkit menjadi sosok yang jauh lebih tangguh..
Jumat, 02 Desember 2011
tangguh..
Bismillah..
Akhirnya ada waktu lagi untuk menulis..
Ketika sakit menyerang, selalu membuat waktu menulis terbentang luas.. ^_^
Semoga segala rasa sakit ini menjadi penggugur dosa-dosa ku...
Beberapa hari ini, menurutku adalah hari-hari pengujian seberapa tangguh diriku...
Ternyata hasilnya membuktikan bahwa aku masih belum cukup tangguh...
Sungguh iri sekali rasanya, melihat orang-orang yang jauh lebih bisa tangguh dariku..
Iri sekaligus malu...
Oke, tak masalah...
Hari ini aku jatuh lagi..
Tapi aku akan bangkit lagi, bangkit untuk menjadi yang lebih tangguh dari sekarang...
Bismillah...
Akhirnya ada waktu lagi untuk menulis..
Ketika sakit menyerang, selalu membuat waktu menulis terbentang luas.. ^_^
Semoga segala rasa sakit ini menjadi penggugur dosa-dosa ku...
Beberapa hari ini, menurutku adalah hari-hari pengujian seberapa tangguh diriku...
Ternyata hasilnya membuktikan bahwa aku masih belum cukup tangguh...
Sungguh iri sekali rasanya, melihat orang-orang yang jauh lebih bisa tangguh dariku..
Iri sekaligus malu...
Oke, tak masalah...
Hari ini aku jatuh lagi..
Tapi aku akan bangkit lagi, bangkit untuk menjadi yang lebih tangguh dari sekarang...
Bismillah...
Selasa, 22 November 2011
Fiuuh..
Tepat 1 hari...
Fiuuuh...
Beraaat beraaaaat...
Tapi harus tetap semangat...
Harus kuat..
Harus sabar..
Bersusah-susah dulu sekarang, biar nanti semakin berasa manisnya..
Manis yang jauh lebih indah...
Senyum senyum senyum.. ^_^
Semua akan baik-baik saja..
Allah Maha Menjaga...
Tips hari ini : Salah satu cara ampuh menguatkan diri adalah 'Tilawah sepuasnya'... Dan mohon kekuatan kepada Sang Pemilik Kekuatan... Dan satu lagi adalah selalu percaya padanya..
Fiuuuh...
Beraaat beraaaaat...
Tapi harus tetap semangat...
Harus kuat..
Harus sabar..
Bersusah-susah dulu sekarang, biar nanti semakin berasa manisnya..
Manis yang jauh lebih indah...
Senyum senyum senyum.. ^_^
Semua akan baik-baik saja..
Allah Maha Menjaga...
Tips hari ini : Salah satu cara ampuh menguatkan diri adalah 'Tilawah sepuasnya'... Dan mohon kekuatan kepada Sang Pemilik Kekuatan... Dan satu lagi adalah selalu percaya padanya..
Selasa, 15 November 2011
Matahari..
Dari dulu..
Aku ingin menjadi seperti matahari...
Matahari yang memberi energi..
Matahari yang menghangatkan..
Matahari yang tulus memberi..
Matahari yang selalu bersinar terang..
Matahari yang selalu membuat hari-hari menjadi cerah..
Matahari yang membuat orang-orang sekitarnya tersenyum..
Matahari yang selalu mempesona..
Dan sekarang aku bahagia..
Karena ada yang membuatku merasa menjadi seperti matahari..
Terima kasih.. ^_^
Aku ingin menjadi seperti matahari...
Matahari yang memberi energi..
Matahari yang menghangatkan..
Matahari yang tulus memberi..
Matahari yang selalu bersinar terang..
Matahari yang selalu membuat hari-hari menjadi cerah..
Matahari yang membuat orang-orang sekitarnya tersenyum..
Matahari yang selalu mempesona..
Dan sekarang aku bahagia..
Karena ada yang membuatku merasa menjadi seperti matahari..
Terima kasih.. ^_^
Sabtu, 12 November 2011
Sesuatu..
Ya aku pun belajar untuk tidak egois..
Belajar menekan segala sifat kekanak-kanakan..
Ya semua itu terlalu banyak menjariku..
Banyak mengajariku tentang bagaimana mengalahkan diri sendiri..
Segala rasa kesal selalu akhirnya mampu diredam..
Segala rasa marah selalu akhirnya mampu didinginkan..
Segala rasa sedih selalu akhirnya bisa dihapuskan..
Entah bagaimana, pada akhirnya semuanya selalu berhasil aku kalahkan..
Ya, hanya karena sesuatu yang sangat berharga bagiku..
Yang aku tak ingin kehilangan walau sedetikpun..
Yang begitu dengan gampangnya mengukir kembali senyuman di wajahku..
Yang selalu membuat hari-hariku menjadi lebih indah..
Senin, 07 November 2011
Belajar..
Hari ini aku banyak belajar...
Allah seperti menyadarkanku akan apa yang akan aku hadapi di depan..
Tentang sifat apa saja yang harus aku rawat dari sekarang..
Tentang persepsi-persepsi salah yang terbangun selama ini yang harus segera dikikis habis..
Karena selamanya hidup itu tetaplah sebuah kisah perjuangan...
Dan perjuangan itu selalu menuntut pengorbanan...
Kamis, 03 November 2011
-____-
Teknik Informatika...
Mana bisa jauh dari coding... -_____-
Kalau ga suka coding,
harusnya ga usah masuk Teknik Informatika aja...
Tapi.. tapi.. tapi..
Udah terlanjur tahun ke empat... -______-
Mana bisa jauh dari coding... -_____-
Kalau ga suka coding,
harusnya ga usah masuk Teknik Informatika aja...
Tapi.. tapi.. tapi..
Udah terlanjur tahun ke empat... -______-
Rabu, 02 November 2011
Hujan...
Hujan...
Semoga bisa membasuh semua...
Menyucikan kembali jalan-jalan menuju mimpi-mimpi indah kita...
Hujan..
Mengajarkan manusia tentang arti kesabaran..
Kesabaran dalam segala hal..
Mengajarkan tentang arti ketegaran dalam berjuang..
Mengajarkan manusia tentang indahnya pengorbanan...
Hujan...
Rintikannya seperti mengalunkan untaian kata...
Menyampaikan gelombang pesan-pesan yang tak terucapkan...
Hujan...
Semoga bisa menghapus segala kekhawatiran...
Memperkuat rasa saling percaya yang harus selalu ada...
Hujan...
Salah satu waktu saat doa dijabah...
Mari berdoa untuk kebaikan kita..
Berdoa untuk mimpi-mimpi indah yang kita bangun bersama...
Berdoa untuk kesucian cinta...
Berdoa untuk keabadiaan cinta...
Berdoa untuk kebaikan semua...
Hujan seperti selalu mengerti kita..
Hujan seperti membiarkan dirinya menjadi saksi kisah kita..
Hujan selalu menyimpan kisah indahnya..
Semoga hujan ini bisa membangkitkan kembali semangat juang kita...
Membangkitkan kembali semua optimisme kita...
Kembali mengukir senyuman bahagia di bibir kita...
Yakinlah...
Kisah kita akan berakhir bahagia.. ^_^
Semoga bisa membasuh semua...
Menyucikan kembali jalan-jalan menuju mimpi-mimpi indah kita...
Hujan..
Mengajarkan manusia tentang arti kesabaran..
Kesabaran dalam segala hal..
Mengajarkan tentang arti ketegaran dalam berjuang..
Mengajarkan manusia tentang indahnya pengorbanan...
Hujan...
Rintikannya seperti mengalunkan untaian kata...
Menyampaikan gelombang pesan-pesan yang tak terucapkan...
Hujan...
Semoga bisa menghapus segala kekhawatiran...
Memperkuat rasa saling percaya yang harus selalu ada...
Hujan...
Salah satu waktu saat doa dijabah...
Mari berdoa untuk kebaikan kita..
Berdoa untuk mimpi-mimpi indah yang kita bangun bersama...
Berdoa untuk kesucian cinta...
Berdoa untuk keabadiaan cinta...
Berdoa untuk kebaikan semua...
Hujan seperti selalu mengerti kita..
Hujan seperti membiarkan dirinya menjadi saksi kisah kita..
Hujan selalu menyimpan kisah indahnya..
Semoga hujan ini bisa membangkitkan kembali semangat juang kita...
Membangkitkan kembali semua optimisme kita...
Kembali mengukir senyuman bahagia di bibir kita...
Yakinlah...
Kisah kita akan berakhir bahagia.. ^_^
Sabtu, 29 Oktober 2011
Sun..
Belakangan ini, panas matahari terasa tak terlalu menyengat..
Cahayanya selalu menyapa dengan lembut, manis, dan hangat..
Kenapa?
Karena selalu ada awan yang setia mendampingi di sisinya..
Melengkapi segala kekurangannya..
Dan membuat segalanya jadi lebih indah...
Rabu, 26 Oktober 2011
Apa aja..
Seseorang yang sangat berarti berkata : "Sempetin nulis di blog ya ti.. Apa aja.."
Ya.. Aku akan tulis apa aja..
Tetaplah selalu bersemangat seperti biasa...
Tetaplah selalu menginspirasi seperti biasa...
Tetaplah selalu cerah ceria seperti biasa...
Tetaplah selalu tersenyum.. Untukku dan untuk dunia...
Tetaplah mempesona seperti biasa..
Tetaplah cerdas bijaksana seperti biasa...
Tetaplah tulus membantu semua orang seperti biasa...
Tetaplah terus tegar berjuang untuk semua..
Ini hanya ujian kecil buat kita...
Dibalik hujan ini, ada pelangi yang menunggu kita...
Jumat, 21 Oktober 2011
The moment..
Tak ingin ada memori tentang hari ini yang hilang.. Sedetik pun, sepatah kata pun, sangat tidak ingin..
Semuanya terlalu berharga..
Senin, 17 Oktober 2011
Arm in arm...
Sesungguhnya misi seorang da'i di tengah kegelapan adalah menyalakan lilin, menuntun si buta, memperdengarkan yang tuli, mengemban beban, memberi makan yang lapar, tawadhu', dan kasih sayang kepada sesama muslim...
(Abbas As-Siisiy)
Ayolah kita bareng-bareng berjuang bersama untuk itu.. Saling menguatkan saling melengkapi...
^_^
Minggu, 16 Oktober 2011
Sebab - Akibat...
Niat awal mau ngeblog buat bikin resensi buku... Sambil buka blog, seperti biasa ngecek kondisi di FB dulu...
Eh, menemukan sesuatu yang bikin jadi berasa ga enak..
Membuat 'sense' buat nulis resensi jadi ilang...
Emosi-emosi yang terbangun dari selesai baca buku jadi teralihkan...
Dan lagi-lagi menulis tanpa 'sense' tak akan maksimal penyampaiannya...
Sesuatu tentang pilihan yang sudah aku putuskan.. Pilihan yang aku rasa itu yang terbaik...
Tak ada orang yang ingin pilihan yang dia buat menyakiti orang lain...
Tapi kadang kenyataan tidak selalu berjalan seperti itu...
Dan memilih suatu keharusan...
Tidak memilih mungkin bahkan akan lebih memperburuk keadaan..
Pilihan itu selalu punya sebab-sebabnya...
Sebab-sebab yang berusaha dicerna sebaik mungkin...
Pilihan juga punya akibat...
Berharap tak ada ikatan yang rusak oleh akibatnya...
Bismillah..
Semoga ini jadi awal yang baik untuk semua..
Semoga ini adalah pilihan yang tepat..
Tolong mengertilah...
Hanya ingin yang terbaik untuk semua...
Dan tak ingin ada yang rusak...
Eh, menemukan sesuatu yang bikin jadi berasa ga enak..
Membuat 'sense' buat nulis resensi jadi ilang...
Emosi-emosi yang terbangun dari selesai baca buku jadi teralihkan...
Dan lagi-lagi menulis tanpa 'sense' tak akan maksimal penyampaiannya...
Sesuatu tentang pilihan yang sudah aku putuskan.. Pilihan yang aku rasa itu yang terbaik...
Tak ada orang yang ingin pilihan yang dia buat menyakiti orang lain...
Tapi kadang kenyataan tidak selalu berjalan seperti itu...
Dan memilih suatu keharusan...
Tidak memilih mungkin bahkan akan lebih memperburuk keadaan..
Pilihan itu selalu punya sebab-sebabnya...
Sebab-sebab yang berusaha dicerna sebaik mungkin...
Pilihan juga punya akibat...
Berharap tak ada ikatan yang rusak oleh akibatnya...
Bismillah..
Semoga ini jadi awal yang baik untuk semua..
Semoga ini adalah pilihan yang tepat..
Tolong mengertilah...
Hanya ingin yang terbaik untuk semua...
Dan tak ingin ada yang rusak...
Langganan:
Postingan (Atom)