Senin, 12 Februari 2018

Review Diaper Bag

*Review Diaper Bag*

Sukak banget sama diaper bag nya @buccubag . Dari sekian banyak jenis dan merk diaper bag, ini sih yang paling TOP!




Kenapa?

πŸŽ’ Tasnya geude, legaa, muat banyaak. Pakaian, diaper, makanan, selimut, gendongan, botol minum, dll, bisa masuk semuaa.

πŸŽ’ Kantongnya banyaak. Bagian luar ada 4. Bisa untuk taruh botol sama payung. Bagian dalam juga banyak kantong dan sekat2 nya. Jadi bawa barang banyak gak berantakan, enak ditatanya.

πŸŽ’ Tipe ransel, jadi lebih simpel dipake dan enteng dibawa-bawanya.

πŸŽ’ Modelnya simpel, gak kaya emak-emak banget, masih ala-ala anak kuliahan gitu 😁. Dibawain suami pun gak mencolok amat.

πŸŽ’Bahannya baguus, kaya kulit sintetis gitu. Sudah 1 tahun dipake masih bagus banget. Gak bulukan, gak gampang kotor, kalo kotor tinggal seka tisu basah langsung kinclong lagi πŸ˜…. Trus gak gampang tembus air bagian dalamnya. Jadi dulu pernah kantong luarnya ketumpahan air, banyaak. Tapi gak rembes ke dalam πŸ‘.

πŸŽ’ Resletingnya aweett. Merk YKK gitu. Dulu punya beberapa diaper bag, resletingnya gampang jebol karena diisinya padat banget πŸ˜….

πŸŽ’ Sukak juga sama warnanya. Sengaja pilih black biar tetap matching dengan segala warna pakaian 😁.

πŸŽ’ Harganya juga affordable bangeet. Daan ini produk bikinan anak negeri πŸ‘.

*Maafkan, setelah 1 tahun dipake baru sempat kasih review πŸ˜….


#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Jari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

#reviewdiaperbag #diaperbag #diaperbagpack #buccubag #diaperbagrecomended #diaperbagreview #bukanendorse #bukangiveawayjuga πŸ˜‚

Minggu, 11 Februari 2018

Kunjungan ke Kantor Pemadam Kebakaran

Senang sekali, hari ini Kredo dan Fendou kunjungan ke kantor pemadam kebakaran bersama IIP Payakumbuh-Lima Puluh Kota.



Anak-anak exited sekali melihat pertunjukan simulasi penangan kebakaran dari tim damkar. Apalagi mereka diberi kesempatan untuk memadamkan api langsung dengan selang mobil damkar. Dan yang paling ditunggu-tunggu itu, keliling naik mobil pemadam kebakaran.

Kata Kredo," Asyik sekali naik mobil pemadam kebakaran, besok kita ke sana lagi yaa." πŸ˜„



Salut sekali dengan Tim Pemadam Kebakaran yang sangat ramah anak. Sungguh jadi pengalam tak terlupakan bagi Kredo dan teman-teman.



Salah satu yang menjadi perhatian saya tadi, Kredo cuek dengan pedagang keliling yang jual jajanan, sementara anak-anak lain berebut minta jajan. Mungkin karena sudah paham, Abi nya gak suka anaknya jajan sembarangan.  😁.



#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Jari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial




Sabtu, 10 Februari 2018

Yuk, Kenalan Sama Rupiah 😊

Dari kemaren sharing tentang Kredo melulu ya, hari ini saya mau coba sharing tentang Cerdas Finansial ala Fendou (1 tahun 5 bulan).

Awalnya gak sengaja duo krucil ngobrak-abrik kamar tantenya, eh ketemu celengan bongkar pasang isi receh. Jadilah ke-idean untuk ngajari Fendou tentang uang.

B : Ini apa namanya nak? Uu? Uang..
B : Apa nak? Uu?
F : wang.

Sekalian ngenalin celengan dan aktivitas menabung dengan mengajak Fendou masukin koin nya ke celengan. Tentu saja, sambil direcokin abangnya. πŸ˜…




#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Jari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Jumat, 09 Februari 2018

Celengan Anggur

Kredo: Bunda, celengan Kredo sudah hampir penuh, sudah boleh dibuka belum?
Bunda: Belum, tunggu sampai benar-benar penuh dulu ya.
K : Oke.
B : Kalau celengannya dibongkar mau dibelikan apa?
K : Kredo mau beli celengan anggur.
B : Untuk apa celengan anggur?
K : Untuk Kredo isi lagi.
B : Oh gituu (sambil nahan senyum)
B : Dimana yang jual celengan anggur?
K : Ada Kredo liat dulu di Tangerang, celengan anggurnya ada tangkainya, jadi bisa dibawa-bawa.
B : Ooo..

Hehee. Ada-ada saja Kredo. Bongkar celengan untuk beli celengan lagi πŸ˜„.






#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Jari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Kamis, 08 Februari 2018

Bijak Dalam Membeli Mainan

Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba Kredo ngomong:

Kredo: Bunda, Kredo kangen beli mainan.
Bunda: Oh iya, Kredo udah lama gak beli mainan ya?
K : Iya bunda.
B : Kan Kredo mainannya udah banyak.
K : Iya tapi Kredo kangen beli mainan.
B : Emang Kredo mau beli mainan apa?
K : Lilin-lilinan (Playdough).
B : Mmmm. Kita buat sendiri aja yuk!
K : Ayooook! *langsung berbinar-binar.
B & K : (langsung ke dapur, sibuk aduk-aduk terigu, garam, minyak sayur, air hangat, dan pewarna).

Mainan tidak selamanya harus dibeli. Ternyata bikin mainan sendiri jauh lebih seru πŸ˜„.





#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Jari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Rabu, 07 Februari 2018

Bermain Sambil Membantu?

Sejak suami buka bisnis kuliner, jadilah saya yang jadi keranjingan masak-masak, alias nyiapin bahan precook untuk warung. Kadang jadi sadar juga waktu main sama anak-anaknya jadi berkurang. Kalau sudah begini jadi campur aduk rasanya. Ada rasa sedih dan bersalah juga. Mana kadang disambi jualan buku juga. Disambi chit chat di sosmed juga. Disambi belanja online jugaa. Duuhh godaan emak-emak jaman now tuh yaaa.. Ckckck.

Jadilah, mak emak jaman now harus pintar-pintar menyiasi kegiatan. Alhamdulillah hari ini si Bundo dianugerahi ide untuk ngajak si Anak Bujang untuk bantu-bantu di dapur, daripada dianggurin main sendirian. Gak disangka anaknya senang banget diajakin bantu-bantu kerjaan Bunda.

Bunda yang potong, Kredo yang masukin ke plastik. Ternyata membuat anak bahagia itu sederhana ya. Asalkan kitanya pintar-pintar menyiasati. Sambil bekerja, saya jelaskan pelan-pelan kenapa Bunda jualan, uangnya untuk apa, kenapa Bunda gak bisa main sama Kredo setiap waktu. Alhamdulillah, sepertinya anaknya mengerti (sepertinya loh yaa, wkwkwk).

Jadi sekali kayuh dua, tiga, pulau terlampaui. πŸ˜„



Kerjaan Bunda cepat beres karena dibantuin Kredo, Bunda bisa temani Kredo main, Kredo jadi belajar ala-ala sensory play, Kredo belajar tentang cerdas finansial jugaaak. MasyaAllah, Tabarakallah. πŸ˜„

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Selasa, 30 Januari 2018

Dear, Diary...

Dear Diary...

Lama sekali tak jumpa. Lamaaa sekali, terakhir menulis diary waktu masih awal-awal jadi mahasiswa. Mungkin ada 1 dasawarsa. Padahal dari SD, kelas 6 SD tepatnya, si aku hampir selalu menulis diary, setiap hari, setiap malam.
Sibuk kuliah, sibuk organisasi, awal terenggutnya kebiasaan menulis diary.

Malam ini rinduuu sekali rasanya menulis diary, tapi si aku sudah tidak punya diary lagi. Baiklah, mari kita lepaskan di blog saja.

Menulis. Rindu sekali menulis, menulis hanya untuk sekedar melepas dahaga. Tanpa harus memikirkan tema, tata baku penulisan, alur, dan pesan-pesan yang ingin dibagikan.
Iya. Hanya sekedar menulis. Melepas rindu, melepas lelah, melepas dahaga, melepas resah.
Ahhh.. Baru ku sadar ini yang aku perlukan. Baru ku sadar di sini jiwaku.
Ya. Menulis.

Ingin sekali melepaskan semua resah di sini, tanpa mempedulikan hiruk pikuk di luar sana.

Susah sekali mencari kesendirian saat ini, di tengah banjirnya arus informasi dan ruang-ruang obrolan yang menembus dimensi waktu.
Bayangkan dalam 1 menit bisa ribuan obrolan, ratusan orang, yang terus mengintervensi di ruang obrolan kasatmata.
Luar biasa sekali bukan?
Sungguh merenggut kedamaian.
Ingin rasanya menepi sejenak, berdiam dalam sunyi. Sehingga hanya tersisa aku dan diary.




Jumat, 10 November 2017

Menstimulasi Anak Suka Membaca (10)

Waaah tak berasa yaaa, sudah memasuki hari terakhir.
Dari kemaren-kemaren kebanyakan sharing tentang bacaan anak. Hari ini saya mau sharing tentang buku emaknya yah. Hehe.

Saya sedang membaca ulang buku Sudahkah Aku Jadi Orangtua Shaleh?, karyanya Abah Ihsan. Sebenarnya buku ini pernah saya baca sekitar 1 tahun yang lalu, karena semingguan lagi mau ikut acara PSPA nya Abah Ihsan, saya ingin merefresh ingatan lagi.
MashaAllah.. Bukunya keren sekalii. Bikin emaak diam-diam bertetesan air mata.


Ada satu kutipan dari buku ini yang sangat menohok hati:
Ayah, Ibu...
Karena anak lahir dengan fitrah
Sebagiab perilaku negatif anak, justru orang tualah penyebabnya.
Periksalah, ternyata sebagian anak justru dijatuhkan harga dirinya di rumah, bukan di luar rumah.
Sebagian kita mungkin pernah memukul tubuhnya, seolah tubuh anak kita adalah barang pelampiasan amarah.
Sebagian kita mungkin pernah menampar pipinya, seolah dia tempat empuk bagi telapak tangan kita.
Sebagian kita mungkin pernah membentaknya, sambil berteriak dalam hati, "Akulah yang berkuasa atas dirimu!"
Atau, mungkin kita tak pernah melakukan semua itu?
...
Namun, jarang sekali ada anak yang lolos untuk tidak disalahkan orangtua.
Mulai saat menutup mata di pagi hari
Sampai kembali menutup mata di malam hari.

Sesungguhnya, masih panjang lanjutan tulisan ini yang sangat menohok hati para orang tua. Mengajak kita mengintropeksi diri untuk menjadi orang tua yang lebih baik lagi.


#day10
#GameLevel5
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Menstimulasi Anak Suka Membaca (9)

Memasuki hari ke-9, Bunda dan Kredo mulai membaca buku Muhammad Teladanku jilid 2. Tentang masa muda Rasulullah.
Waktu Bunda megang buku MuTe jilid 2, Kredo langsung bilang,"Kita baca buku ini aja ya Bunda, Kredo suka buku ini".
Bunda-nya langsung mengharu biruu. Alhamdulilah ya Allah 😊.

Kami berhasil membaca sampai kisah Ibunda Rasulullah meninggal di Abwa. Saya tidak tahu sejauh mana Kredo bisa menyerap kisah Rasulullah ini. Tapi tampaknya ia mengerti, sambil sesekali menyela dengan pertanyaan.
Kredo paling penasaran ketika sampai dikisah Rasulullah dibelah dadanya oleh malaikat. Untungnya di bukunya diberikan penjelasan yang cukup mudah dimengerti, jadi Bunda tidak terlalu kebingungan menjawabnya.


Buku ini benar-benar recomended sekali untuk dibeli. Beli ke siapa? Beli ke Bunda Kredo ajaa? Karena sayaa juaal buku kece iniih. 😍
Boleeh doong sesekali ngiklan, hihii. Tapi beneraan bukunya keren banget, makanya Bundanya Kredo jadi pengen ngejualin. Biar lebih banyak yang bisa merasakan manfaay buku keren ini.

#day9
#GameLevel5
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Menstimulasi Anak Suka Membaca (8)

Alhamdulilah, hari ini program membaca berjalan dengan baik.

Ketika jam membaca datang, Kredo sibuk memilih buku di lemari buku. Bunda berharap sekali bisa melanjutkan membaca buku Muhammad Teladanku, yang jilid 1 masih belum selesai. Tiba-tiba terbersit ide.

Bunda: Kredo sini sebentar.
Kredo mendekati Bunda.
Bunda: Kredo, Kredo tau gak kenapa Bunda suka membacakan Kredo buku tentang nabi Muhammad ini?
Kredo: Nggak tau.
Bunda: Karena Bunda ingin Kredo jadi orang baik seperti nabi Muhammad. Kredo mau kan? (Sambil menatap matanya dalam-dalam).
Kredo: Iyaa mauu. Kita baca buku ini aja yaa.
Bunda langsung terharu, sambil meluk Kredo. 😊


Alhamdulilah, hari jilid 1 buku Muhammad Teladanku selesai juga dibaca sama Bunda dan Kredo.

Semoga kelak Kredo jadi manusia berakhlak mulia seperti Rasulullah ya Nak. ❤

#day8
#GameLevel5
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst